03 Oktober 2018

Berbagi Kebahagiaan di Penghujung Massaki 2018

Pagi itu, tepatnya pada Sabtu, 22 September 2018, para mahasiswa baru Sastra Jepang UNPAD terlihat sibuk mempersiapkan barang bawaan yang diperlukan untuk  Benteng Massaki yang merupakan bagian dari rangkaian acara Massaki 2018. Dalam acara ini, para mahasiswa baru dibagi ke dalam beberapa kelompok dan wajib mendatangi pos-pos yang tersedia, untuk melakukan permainan secara bergilir. Setiap pos diisi oleh dua kelompok. Kelompok dengan akumulasi jumlah menang terbanyak akan menjadi juara umum pada Benteng Massaki.

Benteng Massaki menjadi penyegar bagi para mahasiswa baru setelah menjalani Debat Calon Ketua Angkatan. Panitia Massaki 2018 menggelar acara Benteng Massaki agar para mahasiswa baru dapat lebih membaur dengan sesama maupun dengan senpai-senpainya. Dengan diselenggarakannya Benteng Massaki, agenda Massaki 2018 semakin berkurang. Tinggal tersisa acara puncak, yaitu Hari Apresiasi Massaki dan acara Temu Akrab 2018.

Pada Hari Apresiasi Massaki, para panitia Massaki 2018 memperkenalkan diri dan divisinya. Selain itu, para mahasiswa baru diputarkan video aftermovie yang bertujuan untuk mengingat kembali pada hal-hal yang dijalani selama masa kaderisasi berlangsung. Ada pula sesi pemberian penghargaan pada mahasiswa baru yang berprestasi selama rangkaian acara Massaki 2018.

Tidak lengkap rasanya apabila rangkaian masa kaderisasi tidak ditutup dengan acara Temu Akrab – dimana mahasiswa angkatan 2018 yang menjadi penyelenggaranya langsung. Acara ini bertujuan untuk lebih mengakrabkan lagi hubungan antar angkatan. Mengambil judul Natsu no Kizuna (Natsuki), acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 September 2018 sebagai persembahan dari angkatan 2018 untuk seluruh masyarakat Sastra Jepang UNPAD ini menampilkan berbagai penampilan angkatan, disertai dengan beberapa games seru. Acara berlangsung lancar dan bagi penulis – cukup nostalgik.

Setelah menjalani seluruh program Massaki 2018, angkatan 2018 diharapkan menjadi angkatan yang tidak berperan sebagai penerus bagi almamater Sastra Jepang UNPAD saja, namun juga menjadi ‘pelurus’ untuk angkatan-angkatan sebelumnya. Perjalanan yang gelap dan sepi sekarang menjadi terang benderang; didampingi oleh teman dan rekan. キラキラ輝く!

Klik di sini untuk melihat dokumentasi acara.