29 April 2019

Mengenal Noh, Seni Teater Paling Tua dari Jepang

Ditulis oleh Fadhilatun Nisa’

Tahu Wan-san, nggak?”
“Noh, noh, yang itu.”
Pssh, bukan ‘noh’ yang itu, ya!

Pemain utama Noh
Pemain utama Noh
(Sumber: The Noh)

Pernah mendengar kata Noh? Noh yang ini adalah salah satu kesenian tradisional dari Jepang yang mungkin belum pernah didengar banyak orang. Kesenian teater dari Jepang memiliki sejarah yang panjang. Diantaranya terdiri Noh (能), Kyougen (狂言), Kabuki (歌舞伎) dan Bunraku (文楽). Keempatnya memiliki karakteristik yang berbeda, dan Noh adalah seni teater paling tua diantaranya. Teater Noh juga disebut Nougaku (能楽), adalah teater musikal dimana penceritaan tidak hanya dilakukan dengan dialog, namun juga nyanyian/utai (謡), iringan musik/hayashi (囃子), dan tari-tarian. Naskah tertua Noh berasal dari abad ke-14. Aktornya akan mengenakan kostum sutra warna-warni dan mengenakan topeng. Topeng yang dikenakan menggambarkan tokoh-tokoh yang dibawakan. Peranan topeng sangat penting dalam pembawaan teater Noh. Kendati demikian, tidak semua pemeran mengenakan topeng. Pemain Noh adalah laki-laki, dan akan memerankan peran laki-laki dan perempuan. Noh biasanya ditampilkan sampai dengan lima hari.

Ilustrasi teater Noh zaman dahulu
Ilustrasi Teater Noh zaman dahulu.
(Sumber: The Noh)

Dahulu Noh hanya dimainkan untuk menghibur orang-orang kalangan atas. Pada masa itu, Kyougen akan dimainkan terlebih dahulu sebagai pengantar Noh. Adapun Kyougen adalah seni teater klasik lelucon Jepang dimana pemerannya tidak menggunakan topeng.

Pemain utama Noh atau shite (シテ) akan berada di tengah panggung, ia mengenakan topeng yang selalu diganti sesuai perannya. Karakter pertama adalah dewa/kami (神), kedua adalah prajurit/shuramono (修羅物), ketiga adalah karakter wanita/kazuramono (鬘物), keempat adalah tokoh wanita yang menjadi gila karena ditinggal orang yang dicintainya/kyoujomono (狂女物), lalu yang terakhir adalah iblis/kiri (切). Shite akan ditemani oleh tsure (ツレ), atau pengikut tokoh utama yang terdiri dari satu orang atau lebih. Pemain kedua yang disebut waki (ワキ), umumnya memerankan biksu atau samurai, dan tidak mengenakan topeng. Waki pun memiliki pengikut yang disebut dengan waki-tsure (ワキツレ). Waki berada di panggung sebelah kanan. Tidak lupa pemeran utama pun memiliki asisten/kouken (後見) yang akan duduk di dekat para pemain musik. Kouken akan mengenakan pakaian serba hitam.

Pemain di atas Butai
Pemain berada di tengah butai.
(Sumber: Japan Guide)

Kisah Noh umumnya berputar mengenai kaum-kaum kelas atas namun juga diselingi dengan pengajaran moral. Terkadang jalan cerita diadaptasi dari legenda, sejarah, sastra, dan cerita-cerita pada zamannya. Gerakan-gerakan Noh terstruktur pada lagu dan tarian. Gerakannya pelan, menggunakan tutur bahasa puitis, dan mengenakan pakaian elit, berat, dan berlapis.

Denah auditorium Noh
Denah Auditorium Noh, bisa disebut Kensho atau Kenjo.
(Sumber: the Noh)

Auditorium untuk memainkan Noh disebut Kenjo (見所), adapun panggung/butai (舞台) berdiri berhadapan dengan penonton. Butai akan memiliki atap sendiri sehingga terlihat seperti pendopo di dalam rumah. Adanya atap di panggung ini dikarenakan Noh pada zaman dahulu sering dibawakan di luar ruangan, dan kemudian tetap ada bahkan setelah teater Noh dibangun. Di sisi kanan panggung, terdapat beranda paduan suara/jiutai (地謡) yang luasnya sekitar tiga kaki. Di dinding belakang yang disebut kagami-ita (鏡板), terdapat lukisan pohon cemara. Sedangkan di sisi kiri, terdapat koridor sepanjang 53 kaki yang terdapat pagar yang mengarahkan pada belakang panggung. Ini adalah jalur yang biasa digunakan oleh para aktor dan pemusik. Sisi kiri koridor ini disebut jembatan/hashi-gakari (橋掛かり). Terkadang bagian ini digunakan sebagai bagian dari panggung. Di ujungnya terdapat atoza (後座), ukurannya kurang lebih separuh dari panggung. Di atoza bertempat para pemusik/hayashi-kata (囃子方), dan kouken.

Gambar Butai
Bentuk Butai.
(Sumber: JAPANZONE)

Penonton tidak akan melihat Noh hanya dari satu sudut pandang utama seperti Kabuki atau pertunjukkan teater lainnya di Barat. Penampilan Noh menjadi bagian dari penonton, namun dibatasi dengan bebatuan atau shirasu (白洲) di antara penonton dan panggung. Pada zaman dahulu, shirasu merupakan area yang luas sampai terdapat tangga di antaranya. Tangga ini dipergunakan untuk turun dari panggung. Namun masa kini sudah tidak terdapat lagi. Posisi menghadap tangga ini ini adalah posisi yang dapat ditempati oleh orang tertentu saja seperti kaisar dan permaisuri, atau shogun. Panggung yang harus menghadap utara dan tangga yang berada di utara panggung ini disebabkan oleh kepercayaan bahwa orang-orang berkedudukan tinggi di Jepang harus selalu menghadap selatan.

Noh dipopulerkan dan dibuat oleh seseorang bernama Zeami (世阿弥) pada zaman Muromachi (室町). Karyanyalah yang pada awalnya membuat pemerintah tertarik untuk membuat perlindungan terhadap seni. Namun sayangnya kemudian Zeami diasingkan oleh pemerintah ke pulau Sado. Ketika Zeami dibuang, empat kelompok utama Noh dibentuk dan dibantu oleh kuil-kuil. Pada zaman Tokugawa (徳川), Shogun kembali meresmikan Noh dan membuatnya sebagai seni upacara resmi, dan mengeluarkan peraturan sehingga Noh menjadi terstandarisasi sehingga dapat dinikmati sampai saat ini.

Noh saat ini bisa dinikmati di teater-teater Noh seperti:

  • Teater Noh Nasional di Tokyo.
  • Teater Noh Kanze di Ginza.
  • Cerulean Tower Noh Theatre (Cerulean adalah warna biru langit, sengaja tidak diterjemahkan dalam bahasa Indonesia untuk menghindari pengurangan makna) di Shibuya.
  • Teater Noh Otsuki di Osaka.
  • Teater Noh Nagoya di Nagoya.

Kisaran tiket teater Noh sekarang dapat dibeli dengan dengan harga 3,000-12,500¥, atau sekitar Rp380.000,00 sampai Rp1.500.000,00 dan dapat dibeli di Internet. Noh juga dapat pula disaksikan di kuil-kuil sampai sekarang seperti layaknya dulu kuil-kuil memfasilitasi penampilan Noh. Hanya saja penampilannya hanya dimainkan sewaktu-waktu. Berikut kuil-kuil yang masih bisa menampilkan Teater Noh:

  • Kuil Itsukushima di Miyajima.
  • Kuil Chusonju di Hiraizumi.
  • Kuil Fushimi Inari di Kyoto.
  • Kuil Yasukuni di Tokyo.

Tertarik untuk mengetahui mengenai teater Noh lebih lanjut? Bisa cek laman resminya disini dan disini, ya!

Sumber: